Muqoddaman, Berdoa, lalu Mayoran Sambel Terong

Muqoddaman di serambi Masjid Al-Muhtadin.
Muqoddaman di serambi Masjid Al-Muhtadin.

Kegiatan santri Rumah Tahfidz Masjid Al-Muhtadin begitu padat. Di samping sekolah formal, yakni di Madrsah Tsanawiyah Roudhotul Muttaqien Dukuhsari, dan sebagian di Madrasah Tsanawiyah Sunni Darussalam Tempelsari, juga kegiatan harian santri di Rumah Tahfidz dan Masjid Al-Muhtadin, yakni menambah hafalan, murajaah, setoran, mengaji kitab kuning, dan lain-lain.

Agar santri tidak jenuh, tentu saja dibutuhkan kegiatan yang berbeda dari kegiatan rutin harian. Jum’at (4/10/2019), kami mengadakan muqoddaman. Acara ini dipimpin Ustadz Alwi, yang biasanya ba’da jamaah Maghrib mengaji kitab kuning, spesial kali ini muqoddaman, yakni membaca al-Qur’an secara bersama-sama.

 

Doa khatmil Qur’an.
Ada yang membakar terong; ada yang menyiapkan sambel.
Saatnya makan bersama.
Alhamdulillaah….

 

Saat adzan Isya berkumandang, muqoddaman berhenti untuk melakukan shalat. Usai jamaah Isya muqoddaman dilanjutkan kembali sampai khatam 30 juz. Acara ini juga dihadiri pengurus yayasan, ada Pak Basir, Pak Kusdiaman, Pak Asdan, Pak Muhaimin, dan sahabat Ustadz Alwi, yakni Pak Shodiq dan Gus Tamzis.

Setelah muqoddaman yang ditutup dengan doa khatmil Qur’an, acara dilanjut dengan mayoran sambel terong. Tentu saja ini hal yang sangat berkesan dan menyenangkan bagi para santri. Apalagi, lauk tidak hanya sambel terong, tapi ada tambahan tahu goreng dan telor dadar. Di samping itu, makan bersama, menurut dawuh Kangjeng Nabi, mendapatkan berkah. Alhamdulillaah…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *